Ahmad Soebardjo merupakan penengah

Ahmad Soebardjo merupakan penengah

Pembahasan :

Ahmad Soebardjo merupakan penengah perbedaan pendapat antara golongan muda dan golongan tua pada peristiwa Rengasdengklok. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut. Teks Proklamasi adalah teks yang dibacakan untuk melaksanakan kemerdekaan Republik Indonesia. Peristiwa proklamasi diawali dengan peristiwa penculikan tokoh proklamator yaitu Soekarno dan Hatta pada tanggal 16 Agustus 1945 dini hari ke Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat. Tujuan penculikan ini ialah untuk menjauhkan Soekarno dan Hatta dari pengaruh Jepang untuk sesegera mungkin melaksanakan proklamasi kemerdekaan. Seseorang bernama Sudiro segera melaporkannya kepada Mr Achmad Subardjo. Lalu seseorang kemudian memberitahu Soebardjo, yaitu seorang anggota PETA yang bernama Jusuf Kunto, bahwa Sukarno-Hatta diamankan oleh para pemuda dari Angkatan Darat Jepang, dan dibawa ke luar Jakarta. Selanjutnya, Achmad Soebardjo bergegas menuju Rengasdengklok. Disana, Achmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu-buru memproklamasikan kemerdekaan. Bahkan Achmad Soebardjo memberikan jaminan dengan taruhan nyawa bahwa proklamasi kemerdekaan akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus 1945 selambat-lambatnya pukul 11.30. Dengan adanya jaminan itu, Komandan Kompi Peta Rengasdengklok Cudanco Subeno bersedia melepaskan Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Setelah terjadinya kesepakatan, maka malamnya Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta dan mulai merumuskan teks proklamasi di rumah Laksaman Maeda. Teks proklamasi dirumuskan oleh tiga tokoh, yaitu Hatta dan Ahmad Soebardjo menyumbagkan pemikiran dan Soekarno bertindak sebagai penulis rumusan konsep Proklamasi. Setelah teks proklamasi selesai, maka proklamasi kemerdekaan dilaksanakan keesokan harinya pada pukul 10:00 WIB, hari Jum’at, 17 Agustus 1945.

Baca Juga  Alfonso de Albuquerque merupakan tokoh penjelajah Samudra yang berasal dari?

Leave a Comment